Resiko Upgrade OS Android Samsung Galaxy Tab
Resiko upgrade OS Android pada Samsung Galaxy Tab ini berdasarkan pengalaman. Berikut ulasannya.
Ini sebuah kisah tentang tablet Samsung Galaxy Tab yang dimiliki oleh Om saya yang notabene punya banyak perusahaan di kota Tangerang Selatan. Baik itu yang bergerak dibidang online maupun offline.
Awalnya ia atau lebih tepatnya beliau amat senang bisa memiliki sebuah tablet yang sedang booming tersebut. Saking girangnya, sampai – sampai beliau mengadakan syukuran 7 hari 7 malam. (ngarang.com)
Singkat cerita. Pada suatu hari, sang tablet yang berjalan pada sistem pengoperasian Android Froyo tersebut meminta upgrade menjadi Gingerbread. Karena itu adalah suatu keinginan sang gadget kebanggaanya. Maka beliau pun tanpa pikir panjang langsung mengiyakan hal tersebut.
Mulanya sih normal – normal saja, tapi lambat laun kinerja dari sang tablet pun kian merosot. Mulailah terlihat kejanggalan dari Galaxy Tab ini, ketika sedang mengambil gambar via kamera dibelakangnya. Tiba – tiba kamera tersebut mati tanpa disengaja. Itu resiko yang pertama.
Resiko selanjutnya, ketika hendak melakukan browsing menggunakan firefox. Waduh, rasanya bisa sambil ngopi, shopping, terus jalan – jalan dulu ke warung, baru deh tuh halaman bisa kebuka. Itu karena saking lambatnya browser tersebut bekerja.
Parahnya lagi, ketika kita sedang asyik memainkannya. Tablet yang berhasil kita upgrade itu mendadak “hang”. Di sentuh gak mau gerak, di pencet – pencet tombolnya juga gak mau. Jadinya di matiin aja baru di idupin lagi. Pungkas Om saya tadi.
Padahal, cerita yang saya simak dari Om saya yang seorang pengusaha besar itu. Ketika ia (tablet) masih berjalan pada OS Android Froyo, kinerjanya baik – baik dan nyaman saja. Entah mengapa ketika di upgrade menjadi Gingerbread, kinerjanya menjadi lamban layaknya mbok jamu yang sedang melayani pelanggannya. (apa urusannya?).
Rasa kekecewaan beliau pun kian memuncak tatkala Samsung Galaxy Tab-nya itu matot alias mati total ketika beliau mencoba mensetting modding ROM (Read Only Memory) pada tabletnya itu.
Dengan hati yang tak karuan, akhirnya Om saya pun menyerah. Karena usahanya untuk memperbaiki tablet tersebut selalu gagal.
Diselimuti rasa penasaran dan sedikit harapan yang terbesit dihatinya. Akhirnya beliau berinisiatif untuk membawa gadget malang itu ke service centre terdekat. Ketika di cek oleh salah satu karyawan disitu, tablet ini tak mau hidup. Lalu dicoba menginstallnya, namun usahanya untuk menginstall PC tersebut selalu gagal sampai tiga kali. So, karyawan itu pun menyerah dan menganjurkan untuk mengganti mesinnya seharga 1.6 juta rupiah. Waw!!
Nah itulah resiko upgrade OS Android pada Samsung Galaxy Tab yang dialami oleh Om saya sendiri. Bagi Anda yang ingin meng-upgrade tablet kesayangan Anda. Saya anjurkan agar berpikir panjang untuk melakukannya. Dikarenakan resiko yang dihasilkannya sangatlah fatal.
Akan tetapi bila kalian tak percaya, kalian boleh mencobanya. Asalkan siap menanggung resikonya. Terima Kasih.


